Senin, 27 Februari 2012

Tadzkirah: SEDEKAH TERBAIK


Beberapa fenomena yang sudah menjadi adat/ kebiasaan kita dalam bersedekah bahwa kita memilih apa yang sudah kita pakai untuk diberikan kepada orang lain. Sering juga kita memberikan benda yang menjadi sisa dari keperluan kita, maka itulah yang kita sedekahkan. Sikap semisal pemberian bagi orang-orang miskin atau orang yang terkena musibah berupa pakaian bekas, yaitu pakaian yang memang sudah tidak berselera lagi kita untuk memakainya. Ataupun sedekah uang yang kita masukkan ke dalam kotak tabungan amal di mesjid adalah uang sisa dari belanja kita di pasar. Suatu hal yang patut disayangkan. Karena bila kita mengetahui keagungan perintah Allah tersebut dan bagaimana tuntunan agama dalam menjalankannya, maka sungguh hal seperti itu tidak patut terjadi.

Beberapa keutamaan (fadhilah) dari ibadah sedekah sungguh menakjubkan dan hal ini dapat terjadi bagi siapapun yang mengamalkannya sesuai tuntunan agama. Sedekah mengundang datangnya rezeki, sedekah dapat menyembuhkan penyakit, sedekah memanjangkan umur dan masih banyak lagi fadhilah-fadhilah lainnya. Dan janji Allah bagi setiap apa yang kita sedekahkan semata-mata karena Allah, maka Allah pasti akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik dari apa yang kita sedekahkan.

Selain dari itu, sedekah juga menolak datangnya bala’ (bencana). Rasulullah saw bersabda:

“Mulailah pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah ia tidak akan terkena sasaran bala.” (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 15)

Semua fadhilah ini kita dapatkan bila kita bersedekah dengan landasan iman (yakin) kepada janji-janji Allah. Semestinya balasan yang mesti diharapkan adalah keridhaan Allah SWT saja. Karena sedekah merupakan perintah Allah.

Suatu hal yang diyakini oleh orang-orang beriman adalah bahwa apapun yang Allah berikan kepada kita adalah yang terbaik bagi kita. Namun, mengapa sebaliknya yang kita berikan di jalan Allah seringnya bukan yang terbaik?. Salah satu contohnya adalah ibadah sedekah yang kita lakukan bukan dengan pemberian yang terbaik.

Bagaimanakah sedekah yang semestinya kita lakukan?

Tuntunan agama mengajarkan kepada kita untuk menyedekahkan yang terbaik dari apa yang kita miliki. Misalnya dalam berkurban, maka agama mengajarkan untuk memilih hewan kurban yang tidak cacat, tidak kurus, tidak sakit, dan sebagainya. Maka dapat kita pahami bahwa benda yang hendak disedekahkan adalah benda yang kondisinya sangat baik. Bukan benda yang usang atau benda yang sudah tidak layak lagi digunakan.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman,
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali ‘Imran: 92).

Di dalam sebuah hadits pula,
Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa bersedekah meskipun seharga kurma, namun dari hasil yang baik – dan Allah tidak akan menerima sesuatu kecuali yang baik – sesungguhnya Allah akan menerima sedekah kurma tersebut dengan Tangan Kanan-Nya. Kemudian Dia akan menggandakannya untuk orang yang bersedekah, sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara seekor anak kuda, sehingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.”(HR.Bukhari).

Dalam pemilihan benda yang hendak disedekahkan juga perlu diperhatikan bahwa ianya adalah benda yang memang diniatkan untuk disedekahkan, bukan karena benda tersebut merupakan sisa atau kelebihan dari sesuatu hal, misalnya: sisa perbelanjaan. Selanjutnya, pastikan juga benda yang disedekahkan adalah benda yang memang kita miliki. Dengan kata lain, bahwa barang yang hendak disedekahkan adalah milik kita yang sah, bukan barang yang tidak diketahui siapa pemiliknya, ataupun kepunyaan orang lain. 

Yang tidak kalah penting adalah penentuan penerima sedekah. Baiknya benda yang kita sedekahkan jatuh ke tangan orang yang memang memerlukan benda tersebut. Benda yang disedekahkan mesti benda yang betul-betul bermanfaat bagi si penerima sedekah.  Berikan pena kepada murid sekolah, sebab bila kita berikan pena kepada petugas kebersihan jelas kurang bermanfaat.

Natijah (Hasil) Sedekah Terbaik

Sedekah yang dilaksanakan dengan memberikan sesuatu yang terbaik mendapat jaminan diterima oleh Allah Ta’ala. Sedekah terbaik pula berdampak dalam kehidupan. Seseorang yang bersedekah terbaik, maka akan jauh dari murka Allah SWT. Karena sedekah dapat meredakan kemurkaan Allah Subhaanahu wa Taala, sebagaimana air yang dapat memadamkan api. 

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Buatlah dinding antara dirimu dan api neraka walaupun hanya dengan sebutir kurma.” (HR. Ath-Thabrani).

Mudah-mudahan Allah beri kita kepahaman, dan kekuatan untuk mengamalkannya.

Wallahu a’lam