Beberapa
fenomena yang sudah menjadi adat/ kebiasaan kita dalam bersedekah bahwa kita
memilih apa yang sudah kita pakai untuk diberikan kepada orang lain. Sering
juga kita memberikan benda yang menjadi sisa dari keperluan kita, maka itulah
yang kita sedekahkan. Sikap semisal pemberian bagi orang-orang miskin atau
orang yang terkena musibah berupa pakaian bekas, yaitu pakaian yang memang
sudah tidak berselera lagi kita untuk memakainya. Ataupun sedekah uang yang
kita masukkan ke dalam kotak tabungan amal di mesjid adalah uang sisa dari
belanja kita di pasar. Suatu hal yang patut disayangkan. Karena bila kita
mengetahui keagungan perintah Allah tersebut dan bagaimana tuntunan agama dalam
menjalankannya, maka sungguh hal seperti itu tidak patut terjadi.
Beberapa keutamaan
(fadhilah) dari ibadah sedekah
sungguh menakjubkan dan hal ini dapat terjadi bagi siapapun yang mengamalkannya
sesuai tuntunan agama. Sedekah mengundang datangnya rezeki, sedekah dapat
menyembuhkan penyakit, sedekah memanjangkan umur dan masih banyak lagi
fadhilah-fadhilah lainnya. Dan janji Allah bagi setiap apa yang kita sedekahkan
semata-mata karena Allah, maka Allah pasti akan menggantinya dengan sesuatu
yang jauh lebih baik dari apa yang kita sedekahkan.
Selain dari itu,
sedekah juga menolak datangnya bala’ (bencana). Rasulullah saw bersabda:
“Mulailah pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah ia tidak akan terkena sasaran bala.” (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 15)
Semua fadhilah
ini kita dapatkan bila kita bersedekah dengan landasan iman (yakin) kepada
janji-janji Allah. Semestinya balasan yang mesti diharapkan adalah keridhaan
Allah SWT saja. Karena sedekah merupakan perintah Allah.
Suatu hal yang
diyakini oleh orang-orang beriman adalah bahwa apapun yang Allah berikan kepada
kita adalah yang terbaik bagi kita. Namun, mengapa sebaliknya yang kita berikan
di jalan Allah seringnya bukan yang terbaik?. Salah satu contohnya adalah ibadah
sedekah yang kita lakukan bukan dengan pemberian yang terbaik.
Bagaimanakah sedekah yang semestinya kita lakukan?
Tuntunan agama
mengajarkan kepada kita untuk menyedekahkan yang terbaik dari apa yang kita
miliki. Misalnya dalam berkurban, maka agama mengajarkan untuk memilih hewan
kurban yang tidak cacat, tidak kurus, tidak sakit, dan sebagainya. Maka dapat
kita pahami bahwa benda yang hendak disedekahkan adalah benda yang kondisinya
sangat baik. Bukan benda yang usang atau benda yang sudah tidak layak lagi
digunakan.
Allah Subhaanahu
wa Ta’ala berfirman,
“Kamu sekali-kali tidak sampai
kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta
yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah
mengetahuinya.” (QS. Ali
‘Imran: 92).
Di
dalam sebuah hadits pula,
Dari Abu Hurairah ra, dia berkata,
“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa bersedekah
meskipun seharga kurma, namun dari hasil yang baik – dan Allah tidak akan
menerima sesuatu kecuali yang baik – sesungguhnya Allah akan menerima sedekah
kurma tersebut dengan Tangan Kanan-Nya. Kemudian Dia akan menggandakannya untuk
orang yang bersedekah, sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara
seekor anak kuda, sehingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.”(HR.Bukhari).
Dalam pemilihan benda
yang hendak disedekahkan juga perlu diperhatikan bahwa ianya adalah benda yang
memang diniatkan untuk disedekahkan, bukan karena benda tersebut merupakan sisa
atau kelebihan dari sesuatu hal, misalnya: sisa perbelanjaan. Selanjutnya, pastikan
juga benda yang disedekahkan adalah benda yang memang kita miliki. Dengan kata
lain, bahwa barang yang hendak disedekahkan adalah milik kita yang sah, bukan
barang yang tidak diketahui siapa pemiliknya, ataupun kepunyaan orang lain.
Yang tidak kalah
penting adalah penentuan penerima sedekah. Baiknya benda yang kita sedekahkan
jatuh ke tangan orang yang memang memerlukan benda tersebut. Benda yang
disedekahkan mesti benda yang betul-betul bermanfaat bagi si penerima sedekah. Berikan pena kepada murid sekolah, sebab bila
kita berikan pena kepada petugas kebersihan jelas kurang bermanfaat.
Natijah (Hasil) Sedekah Terbaik
Sedekah yang
dilaksanakan dengan memberikan sesuatu yang terbaik mendapat jaminan diterima
oleh Allah Ta’ala. Sedekah terbaik pula berdampak dalam kehidupan. Seseorang
yang bersedekah terbaik, maka akan jauh dari murka Allah SWT. Karena sedekah dapat meredakan kemurkaan Allah
Subhaanahu wa Taala, sebagaimana air yang dapat memadamkan api.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda, “Buatlah dinding antara dirimu dan api neraka walaupun hanya dengan
sebutir kurma.” (HR.
Ath-Thabrani).
Mudah-mudahan Allah beri kita
kepahaman, dan kekuatan untuk mengamalkannya.
Wallahu a’lam
